Pertolongan Pertama Pada STROKE

01/05/2008

Berikut ada informasi bagus, dari milist yang saya ikuti dan perlu kita ‘camkan’ dalam ingatan kita, untuk membantu orang-orang didekat kita, jika terserang penyakit stroke.

Pertolongan Pertama Pada Stroke

(Dengan cara mengeluarkan darah pada setiap ujung jari tangan dan ujung daun telinga).
Ada satu cara terbaik untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE. Cara ini selain dapat menyelamatkan nyawa si penderita, juga tidak menimbulkan efek sampingan apapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan GAWAT DARURAT yang dapat berhasil 100%.

Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, seluruh darah di tubuh akan mengalir sangat kencang menuju pembuluh darah di otak. Apabila kegiatan pertolongan diberikan terlambat sedikit saja, maka pembuluh darah pada otak tidak akan kuat menahan aliran darah yang mengalir dengan deras dan akan segera pecah sedikit demi sedikit. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik tetapi harus tenang.

� Sipenderita harus tetap berada ditempat semula dimana ia terjatuh (mis:dikamar mandi, kamar tidur, atau dimana saja). JANGAN DIPINDAHKAN !!! sebab dengan memindahkan si penderita dari tempat semula akan mempercepat perpecahan pembuluh darah halus di otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi, dan pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan.

Untuk yang terbaik menggunakan JARUM SUNTIK, namun apabila tidak ada, maka JARUM JAHIT / JARUM PENTUL / PENITI dapat dipakai dengan terlebih dahulu disterilkan dulu dengan cara dibakar diatas api.
Segera setelah jarum steril, lakukan PENUSUKAN pada 10 UJUNG JARI TANGAN.
Titik penusukan kira-kira 1cm dari ujung kuku. Setiap jari cukup ditusuk 1 kali saja dengan harapan setiap jari mengeluarkan tetes darah.

Pengeluaran darah juga dapat dibantu dengan cara dipencet apabila darah ternyata tidak keluar dari ujung jari. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit, si penderita akan segera sadar kembali.

Bila mulut sipenderita tampak mencong / tidak normal, maka KEDUA DAUN TELINGA sipenderita HARUS DITARIK-TARIK sampai berwarna kemerah-merahan.
Setelah itu lakukanlah 2 KALI PENUSUKAN pada masing-masing UJUNG BAWAH DAUN TELINGA sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga. Dengan demikian dalam beberapa menit bentuk mulut si
penderita akan kembali normal.

Setelah keadaan si penderita pulih dan tidak ada kelainan yang berarti,maka bawalah si penderita dengan hati-hati ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

[From WatsanAcehNias Yahoogroups]


Lowongan Kerja Pertamina

01/05/2008

KESEMPATAN KERJA PT PERTAMINA (PERSERO)

PT PERTAMINA (Persero) membuka kesempatan bagi lulusan terbaik perguruan tinggi program S1 dan D3 dari berbagai disiplin ilmu untuk menjadi pekerja di bidang kegiatan usaha Hulu, Pemasaran & Niaga, Hukum dan Keuangan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia, untuk mengisi posisi sebagai berikut :

No.

Posisi

Kode

Persyaratan/Klasifikasi

1.

Sales Representative

SR

S1 Teknik Mesin
S1 Teknik Kimia
S1 Teknik Industri
S1 Ekonomi Manajemen

2.

Asisten Marketing Inteligent dan Statistik

AMS

D3 Statistik
D3 Matematika

3.

Driller

DH

S1 Teknik Mesin,
S1 Teknik Listrik (Arus Kuat)
S1 Teknik Industri

4.

Adm Support & SDM

SDM

S1 Teknik Industri
S1 Sosial
S1 Hukum

5.

Public Relation

PR

S1 Sosial/Hukum

6.

Informasi Teknik

IT

S1 Teknik Informatika
S1 Teknik Elektro

7.

HSE

HSE

S1 Teknik Mesin
S1 Teknik Industri
S1 K3

8.

Logistik

LOG

S1 Teknik Industri
S1 Ekonomi
S1 Hukum

9.

Asisten Hukum

HK

S1 Hukum

10.

Asisten Keuangan

AK

S1 Akuntansi
S1 Manajemen
S1 Pajak
S1 Administrasi Niaga
S1 Informatika
S1 Teknik Industri
S1 Matematika

I. PERSYARATAN UMUM LAMARAN :

  1. Pendidikan terakhir S1 dan D3 (sesuai klasifikasi diatas) dari Akademi/Perguruan Tinggi Terakreditasi
  2. IPK minimal 3 dari skala 4
  3. Usia maksimal 27 tahun (kelahiran tahun 1981) untuk S1 dan 24 tahun (kelahiran tahun 1984) untuk D3
  4. Mampu berbahasa Inggris secara aktif baik lisan dan tulisan

II. BERKAS LAMARAN TERDIRI DARI :

  1. Surat lamaran dan Daftar Riwayat Hidup.
  2. Photocopy Ijazah dan transkrip lengkap nilai akademik yang keduanya telah dilegalisir asli oleh pejabat yang berwenang.
  3. Surat Pernyataan Diri bebas Narkoba diatas materai Rp. 6.000,-.
  4. Form aplikasi yang diisi secara on-line di : www.lptui.com
    (Berkas lamaran yang tidak lengkap tidak akan diproses)

    Untuk mengisi form aplikasi lamaran kerja, silahkan klik disini

III. BERKAS LAMARAN DITUJUKAN PADA :

Recruitment Team, PO BOX 5035
Jakarta 10000

IV. CARA PENGIRIMAN SURAT LAMARAN :

  1. Berkas lamaran harus dikirimkan melalui pos (pengiriman secara langsung tidak dilayani).
  2. Format lamaran ditujukan kepada Vice President Sumber Daya Manusia Direktorat Umum & SDM PT PERTAMINA (PERSERO), dan pada sudut kiri atas amplop lamaran dicantumkan kode sesuai pilihan
  3. Surat lamaran yang dikirim ke PT. PERTAMINA (PERSERO) sebelum pengumuman ini dianggap tidak pernah ada.
  4. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan satu surat lamaran
  5. Lamaran ditutup pada tanggal 3 Mei 2008 (stempel pos).

V. PROSES SELEKSI LAMARAN :

  1. Pelamar yang akan dipanggil mengikuti tes hanya yang lolos short listing berdasarkan kandidat terbaik, kelengkapan berkas lamaran serta memenuhi syarat dan pertimbangan lainnya
  2. Test terdiri dari : Bahasa Inggris , Test Kemampuan Umum, Test Kepribadian, Wawancara, Pemeriksaan Kesehatan dan test lainnya sesuai kebutuhan.
  3. Test dilakukan di Jakarta atau ditempat lain yang ditentukan kemudian

Keputusan untuk memanggil pelamar dan penentuan hasil seleksi merupakan hak PT PERTAMINA (PERSERO) serta tidak dapat diganggu gugat. Dalam proses penerimaan pekerja ini PT PERTAMINA (PERSERO) tidak melayani surat menyurat dan tidak dipungut biaya apapun (hati-hati dengan penipuan)


Jumlah Bakteri!

12/04/2008

Mungkin tempat-tempat berikut ini, sering dan bahkan kita acapkali tidak menyadari, bahwa disekitar kita ‘berserakan’ bakteri-bakteri. Berikut ini ada sebuah artikel ilmiah dari sebuah milis yang saya ikuti [WatsanAcehNias]. Tapi tolong jangan tanya saya gimana cara menghitungnya, yang pasti kalau dihitung manual bakal ‘capee dech’.

Berikut ranking lokasi menurut jumlah rata-rata bakteri per inci kuardrat.

  1. Dudukan toilet 3.2 juta bakteri/inchi2
  2. Saluran dapur 567845 bakteri/inchi2
  3. Spon atau kain pel 134630 bakteri/inchi2
  4. Bak mandi dekat pembuangan 113468 bakteri/inchi2
  5. Bak cuci dapur dekat pembuangan 17964 bakteri/inchi2
  6. Pegangan keran dapur 13227 bakteri/inchi2
  7. Pegangan pintu kamar tidur 6267 bakteri/inchi2
  8. Mangkuk makanan hewan peliharaan bagian dalam 2110 bakteri/inchi2
  9. Lantai dapur, dekat bak cuci 830 bakteri/inchi2
  10. Lantai toilet, depan toilet 764 bakteri/inchi2
  11. Bagian atas dapur 488 bakteri/inchi2
  12. Bagian atas kamar mandi 452 bakteri/inchi2
  13. Tempat sampah 411 bakteri/inchi2
  14. Handuk cuci tangan 408 bakteri/inchiMainan 345 bakteri/inchi2
  15. Meja dapur 344 bakteri/inchi2
  16. Telpon rumah, pintu kulkas 319 bakteri/inchi2
  17. Saklar lampu kamar mandi 217 bakteri/inchi2
  18. Tombol microwave 214 bakteri/inchi2
  19. Papan iris dapur 194 bakteri/inchi2
  20. Dudukan toilet anak 191 bakteri/inchi2
  21. Kursi tinggi dan tikar bayi 190 bakteri/inchi2
  22. Telepon dapur 121 bakteri/inchi2
  23. Pegangan alat siram toilet 83 bakteri/inchi2
  24. Remote control TV 70 bakteri/inchi2
  25. Keyhoard komputer 64 bakteri/inchi2
  26. Mouse komputer 50 bakteri/inchi2

Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan sanitasi tangan berdasar alkohol bila sabun dan air tidak tersedia.

Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan 1 sendok pemutih klorin ke dalam 0.95 liter air untuk larutan pembersih buatan atau menggunakan pembersih komersil untuk membantu menjaga permukaan dapur bersih.

sumber :CDK (Cermin Dunia Kedokteran vol.34 no.5/158 – Web MD Medical News 25 Juni 2007
Semoga bermanfaat