Pembuatan Sabun

Free Domain
Semua orang pasti tidak luput dari benda yang satu ini, namun hanya sebagian kecil orang tau, kalau sabun itu dibuat dari lemak atau minyak, dan sebagian kecil juga yang tau bagaimana sih proses pembuatan sabun sebenarnya. Saya coba merangkup beberapa sumber dan pengalaman saya dalam bekerja disini. Semoga bermanfaat.

Proses pembuatan sabun terdiri dari proses panjang mulai dari pengolahan sampai pembungkusan (packaging). Produk pembersih ini biasanya terdiri 3 bentuk/wujud utama: batangan [bar], serbuk/bubuk [powder] dan cairan [liquid] (beberapa produk cairan bahkan ada yang pekat/kental seperti jelly).

Berdasarkan penggunaannya, sabun dapat diklasifikasi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Laundry Soap; untuk sabun cuci.
2. Toilet soap; yang digunakan untuk mandi dan perawatan kulit, termasuk juga disini medicine soap.
3. Textile soap, yang digunakan untuk pada proses scouring textile, proses degumming sutera dll.

Bahan baku yang digunakan didasarkan pada beberapa kriteria, antara lain faktor manusia dan keamanan lingkungan, biaya, kecocokan dengan bahan-bahan additive yang lain, serta wujud dan spesifikasi khusus dari produk jadinya. Sedangkan proses produksi aktual dilapangan bisa saja bervariasi dari satu pabrik dengan pabrik yang lain, namun tahap-tahap utama pembuatan semua produk tersebut adalah tetap sama.

Sabun dibuat dari lemak [hewan], minyak[nabati] atau asam lemak (fatty acid) yang direaksikan dengan basa anorganik yang bersifat water soluble, biasanya digunakan caustic soda/soda api (NaOH) atau KOH (kalium hidroksida) juga alternative yang sering juga dipakai, tergantung spesifik sabun yang diinginkan.
Sabun hasil reaksi dengan sodium hidroksida (NaOH) biasanya lebih keras dibandingkan dengan penggunaan Potasium Hidroksida (KOH).

Reaksi ini biasa disebut reaksi penyabunan (saponifikasi) [saponification reaction].

Oil + 3 NaOH  —> 3 Soap + Glycerol

Selain dari reaksi diatas sabun juga bisa dihasilkan dari reaksi netralisasi Fatty Acid [FA], namun disini hanya didapat sabun tanpa adanya Gliserin [Glycerol], karena saat proses pembuatan Fatty Acid, glycerol sudah dipisahkan tersendiri.

FA + NaOH —> Soap + Water

Pada awalnya, proses saponifikasi ini masih dilakukan dengan metoda pemasakan/pendidihan per batch ketel [tidak berkesinambungan], namun setelah perang dunia II pengembangan proses secara kontinyu terus dilakukan. Dan proses kontinyu ini sekarang lebih banyak digunakan, karena selain lebih fleksibel, dan cepat juga lebih ekonomis.


Image from The Soap and Detergent Association

Kedua proses diatas masih menghasilkan sabun masih mentah berbentuk cair [panas], biasa disebut neat soap, disamping menghasilkan produk samping lain berupa glycerol dalam bentuk spent lye yang kemudian diolah lebih lanjut di unit glycerol. [glycerol adalah material utama dalam industri makanan, kosmetik, obat-obatan dll].
Nah neat soap ini kemudian dikeringkan di drier unit sampai mencapai bentuk pellet (butiran padat), dimana besarnya kandungan air dalam bentuk pellet ini diatur sesuai kebutuhan spesifikasi sabun yang diinginkan.
Butiran ini kemudian di campur di mixer
[amalgamator] dengan bahan tambahan lainnya seperti pewarna, perfume, softener, dll. Campuran kemudian di extrude (ditekan) melalui plodder menghasilkan batangan sabun yang kemudian di potong di mesin pemotong [cutter] dan menuju proses pencetakan di mesin stamping/press menjadi bentuk-bentuk tertentu, baru kemudian di bungkus di unit packaging.

Proses tersebut biasanya untuk jenis sabun toilet soap, namun untuk laundry soap tahapnya lebih singkat, hanya sampai mesin pemotong, dimana di cutter unit ini biasanya dilengkapi dengan cetakan untuk membuat brand sabun dan kemudian di pack.

Reference:
- Soap Making Manual, D.D. VAN NOSTRAND COMPANY
- The Soap and Detergent Association
- Experiences

16 Responses to “Pembuatan Sabun”

  1. heniez Says:

    artikel yang sangat menarik, menambah wawasan saya tentang pembuatan sabun komersial, thanks

  2. Rara putri Says:

    Trimakasih menambah materi dasar sy untuk berani melangkah lagi dalam terjun ke dunia persabunan.
    By The Way, minta tolong dunk, dimana saya bisa mendapatkan/pesen/beli mesin press/stamp/pon sabun yg sederhana (manual pake tangan/kaki), saya tinggal di Solo, kalau ada yang tau yang deket dengan kota Solo, termasuk juga klo kita pesen hanya mata pressnya saja untuk mengganti-ganti bentuk sabunnya.
    Klo ada yang tau tolong di emailkan ke lulursabun@ymail.com
    Trimakasih.

  3. sriyanto Says:

    salam kenal,

    temen-temen, tolong dong kasih tau cara buat sabun mandi cair secara home industri dan peralatannya.tks

  4. yuni Says:

    great article.btw ku lg penelitian sabun.bingung gmana caranya misahin gliserol dari sabun.ada 3 produk yaitu sabun, gliserol,minyak sisa.
    tolong dunk.
    thx alot

    –> alfiannoer wrote:
    thanks atas kunjungannya, biasanya kami memisahkan gliserol dari sabun dengan cara mencuci sabun tersebut dengan fresh lye (campuran air, caustic dan garam) dengan perbandingan tertentu tergantung komposisi sabun tersebut, dan terakhir dipisahkan dengan centrifuge dimana akan terpisah dengan lye/gliserol.

  5. koetaradja Says:

    Ribet banget proses’a, lebih enak liat proses pembuatan iklan sabun n godain model’a. Xixixixi. :P

  6. fia Says:

    artikelnya bagus, bisa jadi masukan untuk saya. Saya punya sedikit masalah, selama ini proses pencetakan sabun saya sangat sederhana (sabun yang masih berbentuk cairan dituang kedalam pipa paralon –> ditunggu sampai mengeras –> dikeluarkan dari cetakan –> dipotong. Masalahnya : Bentuk sabun jadi tidak beraturan. Bagaimana mencetak sabun yang bentuknya tidak semisolid (masih cair)?
    Terima kasih

  7. alfiannoer Says:

    @fia
    Supaya bentuk sabunnya bagus, kondisi saat perubahan dari cair ke padat haruslah vacum (hampa udara), ini juga mencegah sabun menjadi mudah pecah (crack). kondisi tekanan, bisa disesuaikan (asal tidak menyedot cairan/sabun).

  8. andre Says:

    woi, abdul ghani, tolong dulu you pantau anggota u terutama pada shift 3. banyak sekali karyawan yang tidur di saat jam kerja.

  9. chaldun Says:

    mohon informasinya untuk memberikan warna pada busa sabun misalnya,merah,biru kuning,hijau dan coklat dll

  10. fia Says:

    mas,trm ksh buat jawabannya. btw, itu harus pke mesin dong?apa mas punya informasi dimana saya bisa mendapatkan mesin itu?selain dengan mesin,apakah proses itu bisa terjadi?bagaimana caranya?btw thx b4..

  11. Rino 009 Says:

    syuqron..

  12. drez Says:

    Halo…Seperti mas cukup berpengalaman di bidang sabun, jadi saya mau tanya dikit neh,sebenernya fungsi dan cara kerja centrifuge itu seperti apa seh mas ?

  13. Bisnis is Business Says:

    Thanks cobat atas infonye sungguh sangat bermanfaat, mudah2an terus dikembngkan dengan cara2 yg lebih mendetail mengenai langkah pembuatan sabunnya?, bhnnya didpt dr mana? proses pengolahaannya? sampai sdh siap pakai sblm di packing, bgmna? Terusakan cobat….

  14. drez Says:

    Trims mas atas penjelasannya, spt nya mas berdomisili di medan ya. Mau gk kapan2 kita jumpa untuk berbincang2 tentang sabun?

  15. dwi fitria apriyani Says:

    mksh ya nambahin materi tugas akhir saya… ^_^

  16. KRISDIYANTO Says:

    silahkan kepada yang menginginkan cara pembuatan detegent bubuk yang bisa dibuat dgn tangan tanpa mesin hub saya di at71.matic@yahoo.co.id

Leave a Reply